Minggu Biasa, 16 Agustus 2026
Melalui kisah Yusuf, umat akan belajar bagaimana mengubah rasa sakit menjadi kasih yang menyembuhkan. Awalnya terluka, berubah jadi pembawa cinta.
Melalui kisah Yusuf, umat akan belajar bagaimana mengubah rasa sakit menjadi kasih yang menyembuhkan. Awalnya terluka, berubah jadi pembawa cinta.
Melalui kedua bacaan itu, umat bukan hanya akan melihat kehidupan Yusuf dengan saudara-saudaranya, melainkan juga menyaksikan penyertaan Allah yang tidak berhenti pada Yakub namun terus berlanjut pada Yusuf.
Umat diajak untuk menyelami kisah pergumulan Yakub dan murid-murid Yesus dengan harapan dapat belajar memiliki keteguhan iman kala menjumpai pergumulan yang terasa begitu berat.
umat Tuhan diajak untuk merasakan cinta, mengingat janji Tuhan, mengenang perbuatan Tuhan di masa lalu dan mengalami sendiri karya Tuhan yang turut bekerja di masa kini sehingga umat bisa tegar kala menghadapi ujian hidup yang tidak mengenakkan
Penyertaan Tuhan di Tengah PergumulanKejadian 28: 10–19a; Mazmur 139: 1–12, 23–24; Roma 8: 12–25; Matius 13: 24–30, 36–43 Hidup yang dijalani sebagai umat Tuhan bukanlah […]
Pada Minggu Biasa Kelimabelas ini, umat akan belajar memahami harapan dan realitas dari pengalaman hidup Ishak dan Ribka dalam rangka keberlanjutan rencana perjanjian Allah dengan Abraham.
Dalam kehidupan sebagai orang percaya, setia itu perlu dilakukan karena Dia yang menganugerahkan hidup dan memanggil umat berkarya bersama-Nya adalah setia.
Iman bisa memberikan perspektif yang berbeda terhadap realitas kehidupan.
Kepedulian Allah juga menjadi pengingat supaya dalam hidupnya, umat bersedia memperjuangkan keadilan bagi semua orang.
Manusia perlu membangun sikap beriman dan berserah diri kepada Allah supaya Allah dapat bekerja sesuai dengan kehendak-Nya dalam kehidupan