Minggu biasa, 13 September 2026

Pemimpin yang Memanusiakan
Markus 10: 42–45

Harian Kompas 25 Mei 2026, memuat tulisan tentang resistensi generasi Z terhadap penerapan Artificial Intelligence. (https://www.kompas.id/artikel/gelombang-resistensi-gen-z). Hal itu disebabkan banyaknya lapangan kerja tergusur karena pemanfaatan AI oleh berbagai perusahaan dalam rangka “efisiensi”. Para pemimpin perusahaan yang umumnya bukan berasal dari generasi Z lalu menjadi sasaran sikap resistensi generasi Z tersebut. Dapat dikatakan dalam hal ini terjadi benturan antar-generasi. Gen Z, yang dikenal sebagai digital native justru bergejolak merespons dampak yang ditimbulkan oleh AI.

Sikap para pemimpin perusahaan maupun pemimpin bangsa, yang bukan generasi Z, disikapi sebagai sebentuk kesewenang-wenangan berdalih efisiensi, oleh generasi Z yang merasa dipaksa untuk menerima keadaan yang tidak mereka inginkan. Persoalan mendasarnya adalah kegagalan untuk memberi ruang partisipasi yang memadai, antar-generasi, baik penguasa (bisnis maupun pemerintahan) dan rakyat (khususnya kalangan gen Z) untuk menyepakati pilihan dan keputusan yang diambil sebagai wujud sikap memanusiakan manusia. Padahal, kedua pihak tersebut samasama mengetahui bahwa keberadaan mereka saling terhubung dan kait mengait, saling membutuhkan, dalam sebuah ekosistem bernama masyarakat, baik Masyarakat lokal maupun global.

Kondisi dan situasi yang terpotret seperti dituliskan dalam harian tersebut di atas, adalah bentuk lain dari relasi kuasa yang memperhadapkan dua pihak: pihak penguasa yang kuat dan pihak dikuasai yang lemah. Itu tidak hanya dapat terjadi di dunia politik, bisnis atau keluarga melainkan juga dalam hidup berjemaat kita. Sikap mewaspadai hal seperti itu penting bagi kita, gereja Tuhan masa kini, untuk tetap mengingat serta menghayati ajaran dan teladan Kristus sebagaimana dipersaksikan dalam kedua bacaan Injil Minggu kedua Bulan Kepemimpinan GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah.

Fokus perenungan pada Minggu ini adalah Yesus menunjukkan model kepemimpinan yang melayani, bukan mendominasi. Kepemimpinan konvivial menolak gaya otoriter dan membuka ruang partisipasi serta penghargaan terhadap martabat setiap orang.

Untuk sampai pada hal tersebut ada tiga pokok perenungan dalam khotbah Minggu ini: pertama, dunia memandang pemimpin sebagai penguasa; Yesus memberi teladan pemimpin sebagai pelayan. Kedua, membasuh kaki menjadi symbol kepemimpinan yang rendah hati. Ketiga, pemimpin jemaat dipanggil menghadirkan rasa aman dan pertumbuhan bagi sesama. Dan sebagai kata kunci dari seluruh perenungan Minggu ini adalah: pelayanan, kerendahan hati, pemberdayaan. (mas)

Picture of Nova Pradana
Nova Pradana
No events to display.
No events to display.