Dipanggil untuk Hidup Bersama
Kisah Para Rasul 2: 41–47
Kata “kepemimpinan” merupakan kata benda maupun kata sifat. Sebagai kata benda, ia merujuk pada kemampuan memimpin dan atau memengaruhi orang lain. Sebagai kata sifat kata ini menunjuk pada sifat atau karakter dan kualitas seorang pemimpin, misalnya bertanggung jawab, berempati, berintegritas dan sebagainya. Dengan demikian bulan kepemimpinan dimaksudkan untuk membekali para pemimpin Kristen dan setiap orang Kristen yang sekalipun tak punya kedudukan atau jabatan pemimpin untuk dapat menyebarkan pengaruh positif kepada orang lain.
Secara etimologis, istilah convivial bukanlah berasal dari teologi Kristen, melainkan dari bahasa Latin com (bersama) dan vivere (hidup), menjadi convivere yang bermakna hidup bersama. Istilah tersebut kemudian berkembang menunjuk pada convivium yang berarti “perjamuan atau makan bersama”, atau “hidup bersama”. Hidup bersama yang dimaksudkan bukan sekadar berada bersama dalam suatu locus tertentu. Melainkan hidup bersama yang harmonis, manusiawi, saling mempercayai, saling memberdayakan dalam semangat kerja sama yang setara. Maka kepemimpinan konvivial dimaksudkan untuk membangun suasana kehidupan bersama yang ideal, baik dan indah.
Kepemimpinan semacam itu sangatlah dibutuhkan di dunia yang sarat dengan semangat perusakan dan penghancuran, yang mewujud dalam gaya hidup yang meraup sebanyak-banyaknya untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri, serta peremehan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam dunia yang seperti itulah gereja dipanggil untuk melaksanakan misi Allah yaitu membangun suatu kehidupan bersama yang menghadirkan ciri-ciri kerajaan Allah. Kehidupan bersama tersebut tidak dibatasi oleh kesamaan iman atau agama, melainkan meluas mencakup semua orang dengan keberagamannya. (mas)