Minggu, 30 November 2025

Mengubah Pedang Menjadi Mata Bajak

Matius 24: 36–44

Kekerasan dan pertikaian berakibat pada rusaknya harmoni kehidupan. Peperangan selalu membawa kehancuran dan jatuhnya korban yang terluka atau meninggal. Kematian dan kehancuran menjadi begitu sia-sia hanya karena ego dan kemarahan yang tak terbendung. Manusia hidup di tengah bayang-bayang ketakutan karena kekerasan. Harapan untuk mengupayakan hidup menjadi runtuh seiring dengan kekerasan yang terjadi. Sejak penciptaan hingga kini, pun juga di masa depan, sejatinya Tuhan menghendaki kehidupan dunia yang penuh kedamaian dan ketertiban. Di sepanjang sejarah kehidupan, Ia terus terlibat dalam menghadirkan keadilan dan perdamaian bagi seluruh ciptaan. Karya Allah yang agung dan mulia terjadi melalui kedatangan-Nya ke dunia dalam diri Yesus Kristus. Kelahiran Yesus menjadi pengharapan besar akan hadirnya keadilan dan perdamaian yang mampu mengatasi ketakutan manusia.

Masa Adven adalah masa penantian akan kedatangan Kristus. Di dalam penantian itu, kita diajak untuk mempersiapkan diri menyambut kehadiran Kristus, baik secara liturgis ataupun pengharapan eskatologis. Setiap tahun gereja-gereja mempersiapkan diri menyambut perayaan liturgis di masa Adven dan Natal. Di balik perayaan liturgis di tahuntahun yang terus berjalan itu, gereja-gereja juga memelihara pandangan eskatologis bahwa Kristus akan datang ke dunia untuk kedua kalinya. Tidak ada yang mengetahui tentang waktu kedatangan-Nya. Kerahasiaan waktu itulah yang justru menjadikan setiap orang percaya selalu berhati-hati dan waspada atas godaan dan cobaan di tengah dunia.

Seruan perdamaian menjadi berita yang sangat penting untuk disuarakan di tengah dunia yang terus berguncang saat ini. Kristus yang lahir di tengah dunia telah menyatakan keberpihakan-Nya pada kehidupan lewat karya perdamaian dan keadilan. Gereja sebagai tubuh Kristus sekaligus penerima mandat dari Allah semestinya terus mengupayakan karya-karyanya sebagai wujud keberpihakan pada kehidupan. Gereja lebih mencintai hidup, bukan kematian. Gereja lebih memilih perdamaian dan hidup persahabatan, bukan kekerasan dan permusuhan. Nilai perdamaian dan persahabatan inilah yang terus dijaga di dalam tubuh gereja serta disebarkan di tengah kehidupan dunia. (DK)

Picture of Nova Pradana
Nova Pradana
No events to display.
No events to display.