Minggu, 27 Juli 2025

Dia Hanya Sejauh Doa
Kejadian 18: 20–32; Mazmur 138; Kolose 2: 6–15; Lukas 11: 1–13

Mungkin sebagian dari kita mengenal refrein dari nyanyian ini, “Berseru memanggil nama-Nya. Berdoa Dia ‘kan se’gra menghampiri dirimu. Percaya Dia tak jauh darimu. Dia hanya sejauh doa.” Judul nyanyian ini terletak pada kalimat terakhir, “Dia Hanya Sejauh Doa”. Nyanyian ini ingin mengingatkan siapa pun untuk tidak pernah ragu dalam memercayai Tuhan. la peduli sehingga kita tidak boleh menyerah untuk berdoa kepada-Nya. Tidak ada jarak antara orang percaya dan Dia. Jarak yang terbentang hanyalah sejauh doa. Semakin kita berdoa, semakin kita merasakan bahwa jarak itu semakin pendek, sehingga kesimpulannya jarak di antara kita dan Allah hanyalah sejauh doa.

Keyakinan ini bukannya tidak berdasar. Allah adalah Bapa yang baik, demikianlah pesan kuat yang hendak Yesus sampaikan di dalam bacaan Iniil Minggu ini. Pesan ini juga didukung oleh bacaan pertama. Di dalam belas kasih dan rahmat-Nya, Allah berkenan mengabulkan permohonan Abraham bagi keselamatan penduduk kota Sodom. Dengan demikian, para murid dan setiap orang percaya boleh memiliki keyakinan bahwa ia dapat dating kepada Allah setiap saat.

Tentu keyakinan ini tidak berarti kita dapat mendikte Allah menurut kemauan kita. Bagaimanapun, Allah yang kita panggil sebagai Bapa adalah Allah Yang Kudus, yang penggenapan Kerajaan-Nya kita nantikan. Ini berarti kita tetap tunduk pada kehendak-Nya sekaligus bergantung pada rahmat-Nya. Doa bagaikan jalan bagi kita untuk masuk ke dalam kehendak sekaligus rahmat Allah yang tidak terselami, melampaui semua pikiran dan keberadaan kita sebagai manusia yang terbatas ini. Semakin kita berdoa, semakin kita akan memahami kehendak dan rahmat-Nya, karena sesungguhnya Dia hanyalah sejauh doa. (LM)

Picture of Nova Pradana
Nova Pradana
No events to display.
No events to display.