Yesus Berani Menghadapi Pencobaan
Ulangan 26: 1–11; Mazmur 91: 1–2, 9–16; Roma 10: 8b–13; Lukas 4: 1–13
Tony Naram, seorang pengarang buku-buku rohani, pernah berujar, “Kita harus membiarkan diri kita dihiasi dengan pelaiaran yang diperoleh melalui kesulitan dan tantangan.” Apa yang diucapkan oleh Naram menyiratkan bahwa kehidupan yang kita jalani tidak terlepas dari kesulitan yang menyesakkan atau kemudahan yang di dalamnya ada begitu banyak tantangan-tantangan. Keduanya merupakan wajah dari pencobaan yang akan selalu hadir di dalam keseharian. Kita bisa menjumpainya di dalam keluarga kita. Bisa juga hadir di lingkungan pekerjaan kita dan sangat mungkin hadir di dalam kehidupan berjemaat. la hadir kapan pun dan di mana pun kita berada.
Alih-alih menghindarinya, justru pencobaan itu harus dihadapi. Meski pencobaan itu terasa berat dan menggoda, namun dengan menghadapinya kita sebenarnya mendapatkan kesempatan untuk berproses, menguji dan menata hati juga diri. Dengan demikian, pencobaan yang hinggap di dalam perjalanan kehidupan harusnya dilihat dengan cara yang lebih positif. La adalah bagian dari kehidupan yang di dalamnya kita boleh terus dibentuk dan diperlengkapi menjadi pribadi yang semakin setia kepada Allah.
Berkenaan dengan hal itu, pada Minggu I Pra-Paskah ini, kita diajak untuk melihat bahwa tidak ada orang yang benar-benar imun terhadap pencobaan. Sekelas umat pilihan pun, seperti bangsa Israel tidak lepas dari berbagai macam pencobaan. Lebih dari itu, Sang Mesias pun juga harus mengalami pencobaan saat berada di padang gurun. Di dalam pencobaan itu, Yesus menunjukan kesetiaan untuk terus menunaikan misi Allah. Meski menggoda, cobaan yang ditawarkan oleh iblis tak pernah sedikit pun merenggut kesetiaan Yesus. Pentas di padang gurun itu pada akhirnya adalah sebuah prosesi menuju kemenangan terhadap sang pencoba. Sebagaimana Yesus berani menghadapi pencobaan, maka kita pun juga diajak untuk tetap setia meski harus menghadapi ragam pencobaan dalam rupa kesengsaraan ataupun rupa kenyamanan, dalam kesesakan ataupun kenikmatan. (FEEG)