Alam Pun Berduka
Yesaya 50: 4–9a; Mazmur 31: 9–16; Filipi 2: 5–11; Matius 27: 11–54
Pada minggu ini, gereja merayakan dua perayaan sekaligus, yaitu Minggu Palma (atau Palmarum) dan Minggu Sengsara. Keduanya dapat dilihat sebagai satu kesatuan yang terhubung satu dengan yang lain.
Minggu Palma menggelorakan semangat kegembiraan. Dalam kegembiraan itu, ada bagian dari alam semesta yang dilibatkan. Di antaranya daun-daun ranting (Mat. 21:8). Daun-daun itu dipahami sebagai daun palma (atau palem). Dalam budaya Yahudi, palma melambangkan kemenangan, kejayaan, dan kedamaian. Ketika bangsa Israel merayakan kemenangan, mereka sering menggunakan daun palma sebagai simbol sukacita. Dengan melambai-lambaikan daun palma, orang-orang Yerusalem mengakui Yesus sebagai Raja dan Mesias yang dijanjikan.
Selain itu terdapat juga keledai betina dan anaknya. Keledai adalah kendaraan pengangkut beban. Tentara yang berperang akan menaiki kuda, yang cepat dan kuat. Keledai tidak terlalu diperhatikan orang-orang yang menyambut Yesus. Namun, ketika harapan mereka tidak terwujud, sambutan itu berubah menjadi dakwaan. Dari seorang yang dianggap raja menjadi pesakitan yang menerima teriakan “Ia harus disalibkan.”
Derita pun harus dilewati Yesus. Inilah yang dirayakan di Minggu Sengsara. Dalam derita Yesus, semesta dicatat juga turut berduka. Catatan tentang kegelapan dan gempa menunjukkan duka semesta (Mat. 27:45, 51).
Dalam Injil Matius, peristiwa-peristiwa yang dilalui Yesus mendapatkan rujukannya dalam Perjanjian Lama. Dengan mengutip Perjanjian Lama, penulis Matius hendak menegaskan bahwa Yesus benarlah Mesias, Sang Penyelamat yang telah lama dijanjikan. Pemberitaan dengan memakai rujukan seperti ini penting bagi orang-orang Yahudi. Injil Matius memang sangat berwarna Yahudi dan ditujukan bagi orang-orang yang berlatar belakang Yahudi. Orang Yahudi membutuhkan bukti, apakah Yesus memang Mesias yang dijanjikan. Bukti itu disampaikan penginjil Matius, sesuai dengan cara berpikir orang Yahudi.
Menghayati Minggu Palma dan Minggu Sengsara, umat Tuhan diajak untuk melihat janji-janji tentang kehadiran Mesias ter genapi dalam diri Yesus Kristus. Mesias tidak hanya berkarya untuk manusia tetapi juga untuk alam semesta. (asp)