Minggu, 25 Januari 2026

Berkolaborasi dalam Spiritualitas Convivial

1 Korintus 1: 10–18

Keberagaman adalah keniscayaan yang harus dihadapi dalam sebuah kehidupan komunitas. Respons yang sering muncul dari kita biasanya menanggapi keberagaman itu dengan “menyeragamkan” tanpa membedakan mana yang prinsip – mana yang bukan dengan alas an kesatuan. Respons yang lain adalah memaksakan pemikiran yang kita anggap paling benar kepada pihak lain, tanpa berupaya memahami maksud dan latar belakang pemahaman dari pihak lain itu. Respons yang keliru dalam menghadapi keberagaman itu, tentu pada akhirnya akan menimbulkan konflik dan membuat perpecahan dalam komunitas. Gereja adalah sebuah komunitas yang juga memiliki keberagaman. Sebagai Tubuh Kristus, gereja menjadi komunitas yang memiliki keberagaman, baik itu latar belakang budaya, suku, bahkan antar generasi. Dalam semangat tema pelayanan GKI SW Jateng 2024-2027 “Membangun Komunitas A.K.A.R (Adaptif, Kolaborasi, Antar Generasi, Relevan),” dalam tema khotbah PPKSW tahu ini, jemaat diajak untuk memahami makna hidup bersama, berkolaborasi dengan antar generasi untuk menjadi gereja yang sehati untuk mengerjakan karya keselamatan Allah di dunia.

Hidup bersama diistilahkan dengan kata “convivial” yang berakar dari bahasa latin “con-viver” (hidup – bersama), dalam bentuk kata benda “convivium” merujuk secara spesifik tentang kehidupan bersama di sekitar meja makan. Ini mengingatkan tentang perjamuan makan yang dilakukan Yesus dengan para murid, dan sekarang menjadi sakramen Perjamuan Kudus yang mengingatkan hidup untuk berbagi. Hidup bersama (Convivial) dipahami sebagai seni kehidupan praktis di dalam komunitas dengan cara yang penuh sukacita, ramah, dan komunal, yang menekankan keterkaitan antar individu dan hubungan mereka dengan Tuhan dan ciptaan. Di sana akan tampak cara hidup bersama dengan saling belajar bersama, berdialog, dan solidaritas antar generasi dengan keramahtamahan yang bersahabat. Hidup bersama ini bukan sekedar hidup bersama-sama, tetapi ada upaya untuk membangun kehidupan yang dijalani secara harmonis dengan memperjuangkan relasi persahabatan di dalam kasih Kristus yang menyahabati itu. Spiritualitas Convivial ini seharusnya menjadi gaya hidup yang dihayati komunitas iman Trinitas dalam hidup berjemaat dengan keberagaman di dalamnya. (DKG)

Picture of gkibintama
gkibintama
No events to display.
No events to display.