Minggu, 12 Oktober 2025

Bersyukur dalam Ketaatan
Lukas 17: 11–19

Dua puluh satu tahun bukan waktu yang singkat. Dalam perjalanan panjang ini, GKI Bintaro Utama telah melewati banyak hal: masa bertumbuh, masa diuji, masa bersukacita, dan masa berjuang bersama. Namun satu hal yang tak pernah berubah yaitu kasih setia Tuhan yang menuntun langkah gereja-Nya.

Dalam Lukas 17: 11–19, sepuluh orang kusta berseru minta belas kasihan kepada Yesus. Mereka taat pada perintah-Nya untuk pergi memperlihatkan diri kepada imam, dan di tengah perjalanan itu mereka disembuhkan. Tetapi hanya satu orang yang kembali. Ia sujud menyembah dan mengucap syukur kepada Yesus. Yesus bertanya, “Bukankah kesepuluh orang itu semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?”

Kisah ini menegur sekaligus mengingatkan kita: ketaatan kepada Tuhan tidak berhenti pada perintah-Nya, tetapi juga berlanjut dalam ucapan syukur kepada-Nya. Yang satu itu tidak hanya taat secara ritual, tetapi juga taat secara relasional. Ia datang kembali kepada Sang Pemberi hidup, bukan sekadar menikmati hasil penyembuhan.

Begitu pula perjalanan GKI Bintaro Utama. Ketaatan selama 21 tahun bukan sekadar tentang melayani, membangun gedung, atau menjalankan program gereja, tetapi tentang hati yang selalu kembali kepada Yesus, sumber anugerah, sumber kehidupan, dan sumber segala berkat.

Ketika gereja ini terus berjalan dalam ketaatan yang disertai rasa syukur, di situlah Tuhan dimuliakan dan jemaat mengalami berkat yang sejati.

Hari ini kita diundang untuk meneladani si kusta yang kembali yaitu taat yang melahirkan syukur, dan syukur yang meneguhkan ketaatan. Kiranya GKI Bintaro Utama semakin menjadi gereja yang hidup dalam ketaatan kepada Firman, dan bersyukur atas setiap karya kasih Tuhan, dari generasi ke generasi. (YABS)

Picture of gkibintama
gkibintama
No events to display.
No events to display.