Minggu, 7 September 2025

Makna Hidup yang Berintegritas
Daniel 1: 1–21

Kita sering pusing dan gregetan ketika mendengar seseorang berputar-putar saat memberi jawaban atas pertanyaan tentang alasan ia melakukan sesuatu. Ia tidak bisa memberikan jawaban yang lugas dan benar, karena memang ada sesuatu yang ditutupinya. Seakan tidak berani bertanggung jawab atas perbuatan yang telah dilakukannya. Apalagi jika ia telah terlanjur berujar tentang hal yang muluk tapi ternyata tidak bisa menjalaninya. Maka ketika ia dipertanyakan atas perbuatannya,ia tidak berani memberi jawab.

Sikap tersebut merupakan contoh orang yang tidak berintegritas.Apa yang diperbuat tidak sesuai dengan apa yang selama ini diucapkanatau diajarkan atau dibanggakan. Sedangkan orang yang berintegritas selalu menunjukkan sikap-sikap yang sesuai dengan prinsip hidupnya, bahkan di situasi yang paling pelik. Dengan demikian ia tidak takut memberi pertanggungjawaban atas hal-hal yang dilakukannya.

Menjaga integritas diri kadang memang menimbulkan risiko, seperti kehilangan kesempatan, mengalami diskriminasi, ditinggalkan rekan, dans ebagainya. Namun sebagai orang beriman, kita juga perlu belajar percaya bahwa Tuhan akan memberikan perlindungan dan pemeliharaan di tengah segala risiko yang harus kita hadapi tersebut. Sebagaimana yang akan kita pelajari dari kisah kehidupan Daniel dan ketiga kawannya saat berada diKerajaan Babel. Mereka sebenarnya mendapatkan perlakuan istimewayaitu bisa menikmati santapan yang sama dengan raja. Namun perlakuan tersebut sekaligus menjadi godaan bagi mereka untuk mengingkari keyakinan imannya. Untuk itu mereka berkomitmen menolak tawaranistimewa itu demi menjaga integritas diri, meskipun ada risiko besar yang menghadangnya. (RKG)

Picture of gkibintama
gkibintama
No events to display.
No events to display.